Pengantar
Web Science
Perkembangan
Javascirpt di Dunia Web
Nama
: Faisal Albana Tonaziz
NPM : 53414809
Kelas : 2IA02
A.
Pengertian
JavaScript
JavaScript adalah bahasa pemrograman
tingkat tinggi dan dinamis. JavaScript popular di internet dan dapat bekerja di
sebagian besar penjelajah web populer seperti Internet Explorer (IE), Mozilla
Firefox, Netscape dan Opera.Kode JavaScript dapat disisipkan dalam halaman web
menggunakan tag script.
B.
Sejarah
JavaScript
JavaScript pertama kali dikembangkan
oleh Brendan Eich dari Netscape dibawah nama Mocha, yang nantinya namanya
diganti menjadi LiveScript, dan akhirnya menjadi JavaScript. Navigator
sebelumnya telah mendukung Java untuk lebih bisa dimanfaatkan para programmer
yang non-Java. Maka dikembangkanlah bahasa pemrograman bernama LiveScript untuk
mengakomodasi hal tersebut. Bahasa pemrograman inilah yang akhirnya berkembang
dan diberi nama JavaScript, walaupun tidak ada hubungan bahasa antara Java
dengan JavaScript.
JavaScript bisa digunakan untuk banyak
tujuan, misalnya untuk membuat efek rollover baik di gambar maupun teks, dan
yang penting juga adalah untuk membuat AJAX.JavaScript adalah bahasa yang
digunakan untuk AJAX.
C.
Pnulisan
JavaScript
Kode JavaScript biasanya dituliskan
dalam bentuk fungsi yang ditaruh di tag <head> yang dibuka dengan tag
<script type="text/javascript">. Contoh kode seperti berikut:
<script
type="text/javascript">
alert("Halo
Dunia!");
</script>
Kode JavaScript juga bisa diletakkan di
file tersendiri yang berekstensi .js (singkatan dari JavaScript). Untuk
memanggil kode JavaScript yang terdapat di file sendiri, di bagian awal
<head> harus ditentukan dahulu nama file .js yang dimaksud menggunakan
contoh kode seperti berikut:
<script type="text/javascript"
src="alamat.js">
</script>
1. Skrip
di head
Skrip ini akan dieksekusi ketika
dipanggil (biasanya berbentuk function) atau dipanggil berdasarkan trigger pada
event tertentu. Peletakkan skrip di head akan menjamin skrip dimuat terlebih
dahulu sebelum dipanggil. Contoh kode seperti berikut:
<html>
<head>
<script
type="text/javascript">
...
</script>
</head>
</html>
2. Skrip
di body
Skrip ini dieksekusi ketika halaman
dimuat sampai di bagian <body>. Ketika menempatkan skrip pada bagian
<body> berarti antara isi dan JavaScript dijadikan satu bagian. Contoh
kode seperti berikut:
<html>
<head>
</head>
<body>
<script
type="text/javascript">
...
</script>
</body>
</html>
Jumlah JavaScript di <head> dan
<body> yang ditempatkan pada dokumen tidak terbatas.
3. Skrip
eksternal
Terkadang ada yang menginginkan
menjalankan JavaScript yang sama dalam beberapa kali pada halaman yang berbeda,
tetapi tidak mau disibukkan jika harus menulis ulang script yang diinginkan di
setiap halaman. Maka JavaScript dapat ditulis di file secara eksternal. Jadi,
antara dokumen HTML dan JavaScript dipisahkan, kemudian berkas tersebut dipanggil
dari dokument HTML. Berkas JavaScript tersebut disimpan dengan ekstensi .js.
JavaScript : js/xxx.js
document.write("pesan ini tampil ketika halaman diload");
Untuk menggunakan eksternal JavaScript
(.js) dipakai atribut "src" pada tag <script> pada halaman
HTML-nya.
<html>
<head>
</head>
<body>
<script src="xxx.js">
</script>
<p>Script di atas berada di berkas
"xx.js" (eksternal) </p>
</body>
</html>
D. Kelebihan Javascript
·
Ukuran file kecil
·
Mudah untuk dipelajari
·
Terbuka (dapat dibuat maupun dibaca di
semua jenis komputer.)
E. Kekurangan Javascript
·
Script tidak terenkripsi
·
Kemampuan terbatas
·
Keterbatasan Objek
DAFTAR
PUSAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar